SFI & THE Other

Senin, 13 April 2020

FLU TULANG

 FLU TULANG


Perlu diketahui, kebanyakan penderita yang terinveksi virus chikungunya akan menunjukkan ciri sama, yang biasanya dimulai 3-7 hari setelah digigit nyamuk pembawa virus tersebut. Pada jangka waktu ini, nyamuk lain yang menggigit penderita bisa terkena virus penyebab chikungunya. Biasanya ciri-ciri flu tulang yang paling umum terjadi adalah:
1.Demam tinggi sekitar 39-40 derajat Celcius
2.Merasa kelelahan
3.Nyeri sendi pada sendi bagian pergelangan kaki, punggung bawah, lutut, antar tulang jari, atau pergelangan tangan
4.Sendi membengkak
5Kulit penderita akan terlihat kemerahan atau ruam
6.Sakit kepala
7.Mata merah
8.Muncul gejala flu yang disertai kejang, mual, muntah, dan kadang-kadang juga disertai diare.
Harap diwaspadai, walaupun penyakit flu tulang tidak menyebabkan kematian, ciri-cirinya bisa sangat parah, bahkan bisa melumpuhkan. Kebanyakan penderita flu tulang akan merasa lebih baik dalam seminggu. Tetapi, bagi sebagian orang, nyeri sendi bisa terus terasa selama beberapa bulan. Orang yang bisa menderita chikungunya atau flu tulang, yakni bayi yang baru lahir, orang berusia di atas 65 tahun, dan orang-orang yang memiliki kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.

Pengobatan Penyakit Chikungunya

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan langsung penyakit flu tulang atau chikungunya. Seperti infeksi virus lainnya, penyakit flu tulang bersifat self limiting atau sembuh sendiri tanpa pengobatan. Lama penyakit ini dapat berlangsung selama 2-3 hari. Sebagian besar penderitanya akan mengalami perbaikan gejala dalam 1 minggu. Namun, nyeri sendi yang dirasakan dapat bertahan hingga beberapa bulan.

Perawatan yang dilakukan pada flu tulang bertujuan untuk meredakan gejala yang dialami. Berikut adalah beberapa tindakan yang bisa direkomendasikan:
1.Banyak beristirahat
2.Minum air putih untuk mencegah dehidrasi
3.Meminum obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti parasetamol dan ibuprofen.
4.Jangan mengonsumsi aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid hingga dokter memastikan bahwa Anda tidak menderita demam berdarah dengue. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko perdarahan yang dapat terjadi.
5.Konsultasikanlah pada dokter Anda mengenai obat yang Anda konsumsi

Walaupun flu tulang telah mendapat pengobatan yang memadai, penyakit ini dapat terjadi secara berulang tanpa adanya infeksi baru. Kondisi ini disebabkan oleh virus yang bertahan pada otot atau persendian.

Cara Pencegahan Chikungunya

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terinfeksi virus flu tulang. Oleh karena itu, kunci utama pencegahan penyakit ini dilakukan dengan mencegah gigitan nyamuk yang menyebarkan virus flu tulang.


Untuk mengurangi risiko Anda terkena gigitan nyamuk pembawa penyakit ini, Anda dapat melakukan perlindungan dengan memakai obat pengusir serangga saat berpergian, dan menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang. Selain itu, saat berada di dalam ruangan, gunakan pendingin ruangan dan pasang lapisan pelindung pada pintu, jendela, serta ventilasi. Anda juga dapat memasang kelambu atau mengoleskan obat antinyamuk saat tidur.

Upaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan flu tulang. Langkah pemberantasan ini dilakukan dengan cara 3M Plus, yaitu:

1.Menguras, yaitu membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air. Contohnya pada bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan lainnya.
2.Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air, seperti drum, kendi, tangki air, dan sebagainya.
3.Mendaur ulang, yaitu memanfaatkan kembali atau daur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Selain 3M di atas, langkah pencegahan tambahan yang bisa Anda praktekkan adalah menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit untuk dibersihkan, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di tempat air tergenang seperti kolam/penampung air kalau memungkinkan, dan menanam tanaman pengusir nyamuk agar membantu mengurangi perkembangbiakan nyamuk.
Perilaku yang kurang baik, seperti kebiasaan menggantung pakaian dalam jumlah banyak dalam rumah dan membuang sampah sembarangan sebaiknya dihindari. Pada intinya, hilangkan sebisa mungkin tempat dimana nyamuk bisa bersembunyi di dalam dan luar rumah.

Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk ini perlu lebih ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba karena banyaknya lokasi yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk.


Peternak ayam aduan banjarnegara

Peternak banjarnegara