SFI & THE Other

Rabu, 10 Februari 2021

*_"AKSARA JAWA"_* Diakui atau tidak, aksara Jawa merupakan *alfabet paling unik* di dunia ini. Ditinjau dari jumlah, terdiri dari *20 jenis huruf,* yang melambangkan *20 jari manusia.* ๐Ÿคš Jari merupakan *alat hitung manusia* yang *paling sederhana,* hal ini melambangkan bahwa *dalam menjalani kehidupannya,* orang Jawa selalu menggunakan *perhitungan yang matang sebelum melangkah _”mawa petung supaya dunung”_.* ⚡ *Deretan ke 20 aksara Jawa* tersebut yaitu :
1⃣ *Ha Na Ca Ra Ka* 2⃣ *Da Ta Sa Wa La* 3⃣ *Pa Dha Ja Ya Nya.* 4⃣ *Ma Ga Ba Tha Nga.* ⚡ Entah kebetulan atau disengaja, deretan huruf di atas *ternyata bukan deretan huruf tanpa makna,* tetapi membentuk *4 kalimat yang mengandung filosofi luar biasa,* yaitu : ๐Ÿ‘ *Melambangkan perjalanan hidup manusia* ➡ *Ha-na-ca-ra-ka :* Jika dibaca, *Hana Caraka* akan bermakna : *”Ada utusan"*. _Siapa yang dimaksud dengan utusan tersebut....?_ Tidak lain adalah : *manusia* Berbeda dengan pendpt umum, bahwa utusan Tuhan hanya terbatas *para Rasul* saja, bagi orang Jawa *'setiap manusia'* adalah *utusan Tuhan.* Setiap manusia berkewajiban *hamemayu hayuning bawana,* *menjaga kelestarian alam, memakmurkan bumi, menciptakan kedamaian & keselamatan di alam dunia.* ➡ *Da-ta-sa-wa-la :* Jika dibaca, *Dat-a-suwala* akan bermakna : *”Dzat yang tidak boleh dibantah”.* _Siapa yang dimaksud...?_ Tidak lain adalah : *Tuhan Yang Maha Esa.* Tuhan adalah : *Dzat yang tidak boleh dibantah oleh manusia yang menjadi utusan-Nya.* _Sehebat apa pun manusia di bumi ini, tidak ada yang mampu menandingi kekuasaan Tuhan._ Sekali lagi, *manusia hanya bersifat sebagai UTUSAN,* bukan *PENGUASA.* _Oleh karena itu wajib untuk *tunduk terhadap aturan yang sudah ditetapkan oleh Sang Pengutus,* yang sering disebut dengan istilah *”kodrat/hukum sebab-akibat ”.*_ ➡ *Pa-dha-ja-ya-nya :* Jika dibaca, *Padha Jayanรฉ* akan bermakna *”sama² unggulnya dan mulia”.* _Siapa yang sama unggulnya dan mulia....?_ Yaitu : *jasmani dan rohani.* Dalam menjalankan perannya sebagai utusan Tuhan, *manusia wajib menjaga keseimbangan antara urusan JASMANI* dan *ROHANI.* _Seorang manusia *tidak dibenarkan berkarya tanpa dilandasi niat ibadah,...*_ _karena_ _bekerja dengan cara tersebut hanya *melahirkan keserakahan* yang membuatnya *keluar dari tujuan hidup yang sebenarnya.*_ _Sebaliknya...,_ _manusia juga tidak dibenarkan melakukan *sembahyang saja,*_ _tanpa disertai *usaha & bekerja.*_ *Orang yang melakukan sembahyang tanpa kerja,* sesungguhnya termasuk *golongan egois.* Dia hanya *mementingkan diri sendiri,* dengan harapan *ingin masuk surga tetapi tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya,* termasuk keberadaan tubuhnya. _Seorang manusia sempurna (insan kamil) adalah :_ *_dia yang bisa bekerja dengan dilandasi semangat ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa._* Yang lebih menarik, *orang Jawa dalam beribadah tidak mengharapkan pahala,* karena *semboyan hidup* mereka adalah : *narima ing pandum.* Menerima pemberian-*Nya* ; sekali lagi,... *”menerima”* bukan *”mengharapkan”.* ➡ *Ma-ga-ba-tha-nga :* Merupakan singkatan dari *Sukma -Raga -Bathang,* yang bermakna : *"Ruh -Tubuh -Bangkai”.* _Maksudnya adalah : kalimat ini merupakan *akhir dari perjalanan manusia* sebagai *'khalifah Tuhan'* di bumi._ Jika *roh meninggalkan tubuh,* maka yang tersisa hanya tinggal *bangkai nya* saja. Dalam keadaan ini, *manusia sudah tidak lagi disebut manusia,* karena eksistensinya telah berakhir. _Kalimat terakhir ini *mengingatkan manusia,* agar *tidak terlalu membanggakan dirinya,*_ _karena jika *Sang Roh pergi meninggalkan tubuhnya,* maka yang tersisa hanya tinggal *bangkai* saja._ _Kalimat ini mengingatkan manusia..., bahwa *tubuh hanyalah kendaraan* bagi *Sang Roh* dalam menjalankan perannya sebagai *utusan Tuhan.*_ _Tanpa roh..., raga hanya lah bangkai yang tidak berarti._ --- *_"Leluhur Nusantara memang hebat"_*... Pitutur adi luhung. ๐Ÿ‘๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‘Œ (menasehati diri sendiri)๐Ÿ™

Tidak ada komentar:

Posting Komentar